PELAJAR BELAWA

baru

Minggu, 01 Juni 2014

METODE PENELITIAN




METODE PENELITIAN

A.  Variabel dan Desain Penelitian
1.    Variabel Penelitian
Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Media Lingkungan dalam Pembelajaran Menulis Paragraf Deskriptif Siswa VII SMP Muhammadiyah Belawa”, variabel yang diamati adalah keefektifan penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran menulis paragraf deskriptif.
2.    Desain Penelitian
Desain atau model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian yang bersifat eksperimen jenis penelitian eksperimen pre- experimental (One-Group Pretest-Postest Design).
Pre-test                                  Treatment                                   Post-test
(O1)                                         (X)                                        (O2)
Keterangan:
O1  =  tes yang diberikan sebelum menggunakan media lingkungan (pretes)
X   =  treatment (pengajaran menulis paragraf deskriptif)
O2  =  tes yang diberikan setelah menggunakan media lingkungan (postes)
(Sugiono, 2008:110 – 111)

32
 
B.  Definisi Operasional Variabel
Pengertian yang jelas tentang variabel yang dikaji dalam penelitian ini secara operasional diberi definisi terhadap variabel yang dikaji.
Efektivitas penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran menulis paragraf deskriptif yaitu pemanfaatan objek lingkungan sebagai sarana untuk merangsang kacakapan siswa melahirkan pikiran yang dituangkan dalam beberapa kalimat sebagai hasil dari pengalaman, pendengaran, perabaan, penciuman dan perasaan terhadap objek tersebut sehingga pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya materi yang disajikan itu.
C.  Populasi dan Sampel

1.    Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Muhammadiyah Belawa yang berjumlah 105 orang yang dibagi dalam delapan kelas, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Jumlah Populasi Siswa Kelas
NO
Kelas
Jumlah Siswa
1.
VIIa
20
2.
VIIb
30
3.
VIIc
30
4.
VIId
25
Total

105


2.    Sampel
Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposif (purposive sample). Sampel purposif dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah, tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu (Arikunto, 2066:139 – 141). Siswa yang dijadikan sampel adalah siswa kelas VIIb yang berjumlah 30 orang. Asumsi bahwa kemampuan menulis paragraf deskriptif siswa dianggap homogen menurut kelas penerimaan siswa baru melalui ujian penjaringan dengan urutan peringkat. Peringkat nilai tertinggi tersebar di seluruh kelas sehingga rata-rata kelas seimbang jika dilihat dari prestasi belajar siswa. Tidak ada kelas unggulan yang dibentuk pada kelas VIIb  di sekolah tempat penelitian ini.

D.  Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes tertulis dengan membuat beberapa paragraf deskriptif dengan media lingkungan. Siswa diajak mengunjungi atau mengamati salah satu objek di sekitar sekolahnya selama 20 menit sambil mencatat hal-hal yang  diobservasi kemudian kembali ke dalam kelas menulis beberapa paragraf deskriptif berdasarkan observasi yang dilakukan.
Ada lima yang dijadikan dasar penilaian pada paragraf deskriptif siswa yaitu:
1.    Keterlibatan aspek panca indra yang diberikan dengan skor penilaian 25, dengan aturan penilaian sebagai berikut:
a.    Melibatkan semua indra (nilai 20 – 25)
b.    Melibatkan tiga indra (nilai 16 – 19)
c.    Melibatkan dua indra (nilai 11 – 15)
d.   Melibatkan satu indra (nilai 6 – 10)
e.    Tidak melibatkan indra (niilai 1 – 5)
2.    Imajinasi, skor penilaian 20 dengan alternatif nilai:
a.    Kualitas pengolahan idenya sangat baik (nilai 16 – 20)
b.    Kualitas pengolahan idenya baik (nilai 11 – 15)
c.    Kualitas pengolahan idenya cukup (nilai 6 – 10)
d.   Kualitas pengolahan idenya kurang (0 – 5)
3.    Kesan hidup, skor penilaian 20 dengan alternatif nilai:
a.    Melukiskan objek tulisan secara nyata, kesan hidup objek tulisan benar-benar terasa (nilai 17 – 20)
b.    Melukiskan objek tulisan kurang sempurna, kesan hidup objek tulisan cukup terasa (nilai 13 – 16)
c.    Melukiskan objek tulisan tidak secara keseluruhan, kesan hidup objek tulisan kurang terasa (nilai 9 – 12)
d.   Melukiskan objek tulisan tidak secara lugas, kesan hidup objek tidak terasa (nilai 0 – 8)
4.    Menunjukkan objek yang ditulis. Skor penilaiannya 20 dengan indikasi sebagai berikut:
a.    Menunjukkan objek secara keseluruhan (nilai 17 – 20)
b.    Menunjukkan letak, situasi, dan kondisi objek (nilai 13 – 16)
c.    Menunjukkan letak dan situasi objek (nilai 9 – 12)
d.   Menunjukkan letak objek (nilai 0 – 8)
5.    Penggunaan ejaan dan tanda baca, skor penilaian 15 dengan alternatif nilai sebagai berikut:
a.    Pemakaian ejaan dan tanda baca baik sekali, penulis kata baik, penulisan huruf, penulisan kata depan, pemisahan suku kata semua benar (nilai 13 – 15)
b.    Ada kesalahan ejaan dan tanda baca (nilai 10 – 12)
c.    Banyak kesalahan ejaan dan tanda baca, tetapi tidak dipahami (nilai 7 – 9)
d.   Kesalahan ejaan dan tanda baca banyak sekali (nilai 4 – 6)
e.    Penggunaan tanda baca serba salah (nilai 1 – 3)
(Racma Dian, 2007: 48-49)
Adapun langkah-langkah (prosedur) pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1.    Peneliti melakukan observasi lapangan untuk mengetahui jumlah dan keadaan siswa.
2.   Pretes
Tes awal dilakukan sebelum treatment (perlakuan). Siswa diberikan tes mengarang berdasarkan topik yang ditentukan oleh peneliti. Pretes dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum mendapatkan pembelajaran menulis paragraf deskriptif dengan menggunakan media lingkungan.
3.   Treatment (pemberian perlakuan)
Peneliti menjelaskan mengenai paragraf deskriptif yang mencakup pengertian dan hal-hal yang berkaitan dengan menyusun paragraf khususnya paragraf deskriptif. Kemudian siswa diajak untuk mengunjungi dan mengamati lingkungan sekitar sekolah selama 20 menit kemudian kembali ke dalam kelas menulis paragraf deskriptif berdasarkan pengamatan yang dilakukan.
4.   Postes
Setelah treatment, tindakan selanjutnya adalah postes untuk mengetahui kemampuan menulis paragraf deskriptif siswa. Test tersebut sama dengan soal pretes. Hanya saja pada test ini siswa bebas memilih topik berdasarkan data yang mereka peroleh di lapangan.
5.   Memberikan skor tes menulis.
Pada akhirnya peneliti melakukan kegiatan analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis eksperimen teknik t-tes yang subjeknya sama.
E.  Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat-alat yang mendukung proses pelaksanaan dalam penelitian instrument penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Instrumen pembelajaran , yang digunakan peneliti sebagai acuan dalam proses belajar-mengajar  adalah rencana program pembelajaran (RPP) yaitu berupa satuan pembelajaran yang dijadikan acuan dalam Kegiatan Belajar Mengajar.
2.      Instrumen yang digunakan sebagai media adalah  lingkungan dalam pembelajaran menulis paragraph deskriftif , sebagai bahan untuk mengetahui kemampuan menulis siswa dalam paragraf deskriptif.
3.       Instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu berupa lembaran soal yang disebarkan, tes menulis dan analisis dokumen.

F. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh  dari hasil test  dianalisis dengan menggunakan statistik ragam persentase, sebelum nila yang diperoleh   dipersentasekan, maka terlebih dahulu  diberikan skor terhadap hasil pekerjaan dengan rumus :

N   =         Jumlah jawaban benar      X 100
Jumlah  soal
 



Keterangan :  
                        N      = Nilai yang di peroleh siswa
                        100   =  Nilai tertinggi yang  mungkin dicapai siswa
 Adapun kreteria yang digunakan  sebagai standar menentukan berhasil tidaknya  kemampuan siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Belawa  adalah nilai 75 ke atas dengan  persentase 85% , apabila kurang 85% siswa yang memperoleh  nilai 75 ke atas  di katakan siswa  secara klasikal  tidak mampu.  Rumus yang di gunakan untuk memperoleh nilai tersebut adalah sebagai berikut:
N=      Jumlah siswa yang memperoleh  nilai 75 ke atas    X 100
Jumlah seluruh siswa
 


G. Format Penilaian Pretest  dan Posttest
Format penilain pada penelitian  ini terdiri atas:
1.      Skor penilain siswa pada proses prates
Tabel 3.1. Skor  Siswa Pada Proses  Pretest
Statistik              
Nilai Statistik
Subjek Penelitian
18
Skor  KKM
75
sSkor Maksimum Ideal
100
Skor Tertinggi

Skor Terendah

                                                            
Tabel 3.2. Skor Siswa Pada Proses  Posttest
Statistik              
Nilai Statistik
Subjek Penelitian
18
Skor  KKM
75
Skor Maksimum Ideal
100
Skor Tertinggi

Skor Terendah

Tabel 3.3.  Daftar Distribusi Skor Siswa

No

Nama Siswa
                                         
Skor Yang Diperoleh Siswa

Pretest
Posttest




















Tabel 3.4. Gambaran  Persentase  Kemampuan Siswa
No
Jenis sTes
Jumlah Siswa Yang Mendapat Niali 75 Ke Atas
Persentase
1
Pretest


2
Posttest