METODE
PENELITIAN
A. Variabel dan Desain Penelitian
1. Variabel Penelitian
Penelitian
ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Media Lingkungan dalam Pembelajaran
Menulis Paragraf Deskriptif Siswa VII SMP Muhammadiyah Belawa”, variabel yang
diamati adalah keefektifan penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran
menulis paragraf deskriptif.
2. Desain Penelitian
Desain atau model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
penelitian yang bersifat eksperimen jenis penelitian eksperimen pre-
experimental (One-Group Pretest-Postest Design).
Pre-test
Treatment Post-test
(O1) (X) (O2)
Keterangan:
O1 =
tes yang diberikan sebelum menggunakan media lingkungan (pretes)
X
= treatment (pengajaran menulis paragraf deskriptif)
O2 = tes
yang diberikan setelah menggunakan media lingkungan (postes)
(Sugiono, 2008:110 – 111)
|
32
|
B. Definisi Operasional Variabel
Pengertian
yang jelas tentang variabel yang dikaji dalam penelitian ini secara operasional
diberi definisi terhadap variabel yang dikaji.
Efektivitas
penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran menulis paragraf deskriptif
yaitu pemanfaatan objek lingkungan sebagai sarana untuk merangsang kacakapan
siswa melahirkan pikiran yang dituangkan dalam beberapa kalimat sebagai hasil
dari pengalaman, pendengaran, perabaan, penciuman dan perasaan terhadap objek
tersebut sehingga pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya materi yang
disajikan itu.
C. Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Muhammadiyah Belawa yang
berjumlah 105 orang yang dibagi dalam delapan kelas, lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel
1. Jumlah Populasi Siswa Kelas
|
NO
|
Kelas
|
Jumlah Siswa
|
|
1.
|
VIIa
|
20
|
|
2.
|
VIIb
|
30
|
|
3.
|
VIIc
|
30
|
|
4.
|
VIId
|
25
|
|
Total
|
|
105
|
2.
Sampel
Penarikan
sampel dilakukan dengan cara purposif (purposive
sample). Sampel purposif dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan
didasarkan atas strata, random, atau daerah, tetapi didasarkan atas adanya tujuan
tertentu (Arikunto, 2066:139 – 141). Siswa yang dijadikan sampel adalah siswa
kelas VIIb yang berjumlah 30 orang. Asumsi bahwa kemampuan menulis paragraf
deskriptif siswa dianggap homogen menurut kelas penerimaan siswa baru melalui
ujian penjaringan dengan urutan peringkat. Peringkat nilai tertinggi tersebar
di seluruh kelas sehingga rata-rata kelas seimbang jika dilihat dari prestasi
belajar siswa. Tidak ada kelas unggulan yang dibentuk pada kelas VIIb di sekolah tempat penelitian ini.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik
yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes
tertulis dengan membuat beberapa paragraf deskriptif dengan media lingkungan.
Siswa diajak mengunjungi atau mengamati salah satu objek di sekitar sekolahnya
selama 20 menit sambil mencatat hal-hal yang
diobservasi kemudian kembali ke dalam kelas menulis beberapa paragraf
deskriptif berdasarkan observasi yang dilakukan.
Ada
lima yang dijadikan dasar penilaian pada paragraf deskriptif siswa yaitu:
1.
Keterlibatan aspek panca indra yang
diberikan dengan skor penilaian 25, dengan aturan penilaian sebagai berikut:
a. Melibatkan
semua indra (nilai 20 – 25)
b. Melibatkan
tiga indra (nilai 16 – 19)
c. Melibatkan
dua indra (nilai 11 – 15)
d. Melibatkan
satu indra (nilai 6 – 10)
e. Tidak
melibatkan indra (niilai 1 – 5)
2.
Imajinasi, skor penilaian 20 dengan
alternatif nilai:
a. Kualitas
pengolahan idenya sangat baik (nilai 16 – 20)
b. Kualitas
pengolahan idenya baik (nilai 11 – 15)
c. Kualitas
pengolahan idenya cukup (nilai 6 – 10)
d. Kualitas
pengolahan idenya kurang (0 – 5)
3.
Kesan hidup, skor penilaian 20 dengan
alternatif nilai:
a. Melukiskan
objek tulisan secara nyata, kesan hidup objek tulisan benar-benar terasa (nilai
17 – 20)
b. Melukiskan
objek tulisan kurang sempurna, kesan hidup objek tulisan cukup terasa (nilai 13
– 16)
c. Melukiskan
objek tulisan tidak secara keseluruhan, kesan hidup objek tulisan kurang terasa
(nilai 9 – 12)
d. Melukiskan
objek tulisan tidak secara lugas, kesan hidup objek tidak terasa (nilai 0 – 8)
4.
Menunjukkan objek yang ditulis. Skor
penilaiannya 20 dengan indikasi sebagai berikut:
a. Menunjukkan
objek secara keseluruhan (nilai 17 – 20)
b. Menunjukkan
letak, situasi, dan kondisi objek (nilai 13 – 16)
c. Menunjukkan
letak dan situasi objek (nilai 9 – 12)
d. Menunjukkan
letak objek (nilai 0 – 8)
5.
Penggunaan ejaan dan tanda baca, skor
penilaian 15 dengan alternatif nilai sebagai berikut:
a. Pemakaian
ejaan dan tanda baca baik sekali, penulis kata baik, penulisan huruf, penulisan
kata depan, pemisahan suku kata semua benar (nilai 13 – 15)
b. Ada
kesalahan ejaan dan tanda baca (nilai 10 – 12)
c. Banyak
kesalahan ejaan dan tanda baca, tetapi tidak dipahami (nilai 7 – 9)
d. Kesalahan
ejaan dan tanda baca banyak sekali (nilai 4 – 6)
e. Penggunaan
tanda baca serba salah (nilai 1 – 3)
(Racma Dian, 2007: 48-49)
Adapun
langkah-langkah (prosedur) pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1.
Peneliti melakukan observasi lapangan
untuk mengetahui jumlah dan keadaan siswa.
2.
Pretes
Tes
awal dilakukan sebelum treatment (perlakuan). Siswa diberikan tes mengarang
berdasarkan topik yang ditentukan oleh peneliti. Pretes dilakukan untuk
mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum mendapatkan pembelajaran
menulis paragraf deskriptif dengan menggunakan media lingkungan.
3.
Treatment (pemberian perlakuan)
Peneliti
menjelaskan mengenai paragraf deskriptif yang mencakup pengertian dan hal-hal
yang berkaitan dengan menyusun paragraf khususnya paragraf deskriptif. Kemudian
siswa diajak untuk mengunjungi dan mengamati lingkungan sekitar sekolah selama 20
menit kemudian kembali ke dalam kelas menulis paragraf deskriptif berdasarkan
pengamatan yang dilakukan.
4.
Postes
Setelah
treatment, tindakan selanjutnya adalah postes untuk mengetahui kemampuan
menulis paragraf deskriptif siswa. Test tersebut sama dengan soal pretes. Hanya
saja pada test ini siswa bebas memilih topik berdasarkan data yang mereka
peroleh di lapangan.
5.
Memberikan skor tes menulis.
Pada
akhirnya peneliti melakukan kegiatan analisis data dengan menggunakan analisis
statistik deskriptif dan analisis eksperimen teknik t-tes yang subjeknya sama.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen
penelitian adalah alat-alat yang mendukung proses pelaksanaan dalam penelitian
instrument penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Instrumen
pembelajaran , yang digunakan peneliti sebagai acuan dalam proses
belajar-mengajar adalah rencana program
pembelajaran (RPP) yaitu berupa satuan pembelajaran yang dijadikan acuan dalam
Kegiatan Belajar Mengajar.
2. Instrumen
yang digunakan sebagai media adalah lingkungan
dalam pembelajaran menulis paragraph deskriftif , sebagai bahan untuk
mengetahui kemampuan menulis siswa dalam paragraf deskriptif.
3. Instrumen pengumpulan data yang digunakan
peneliti yaitu berupa lembaran soal yang disebarkan, tes menulis dan analisis
dokumen.
F. Teknik Analisis Data
Data
yang diperoleh dari hasil test dianalisis dengan menggunakan statistik ragam
persentase, sebelum nila yang diperoleh
dipersentasekan, maka terlebih dahulu
diberikan skor terhadap hasil pekerjaan dengan rumus :
|
N = Jumlah jawaban benar X 100
Jumlah soal
|
Keterangan
:
N = Nilai yang di peroleh siswa
100 =
Nilai tertinggi yang mungkin
dicapai siswa
Adapun kreteria yang digunakan sebagai standar menentukan berhasil tidaknya kemampuan siswa kelas VII SMP Muhammadiyah
Belawa adalah nilai 75 ke atas
dengan persentase 85% , apabila kurang
85% siswa yang memperoleh nilai 75 ke
atas di katakan siswa secara klasikal tidak mampu.
Rumus yang di gunakan untuk memperoleh nilai tersebut adalah sebagai
berikut:
|
N= Jumlah siswa yang
memperoleh nilai 75 ke atas X 100
Jumlah
seluruh siswa
|
G. Format Penilaian Pretest dan Posttest
Format
penilain pada penelitian ini terdiri
atas:
1.
Skor penilain siswa pada proses prates
Tabel 3.1. Skor Siswa Pada Proses Pretest
|
Statistik
|
Nilai
Statistik
|
|
Subjek Penelitian
|
18
|
|
Skor KKM
|
75
|
|
sSkor
Maksimum Ideal
|
100
|
|
Skor Tertinggi
|
|
|
Skor Terendah
|
|
Tabel
3.2. Skor Siswa Pada Proses Posttest
|
Statistik
|
Nilai
Statistik
|
|
Subjek Penelitian
|
18
|
|
Skor KKM
|
75
|
|
Skor Maksimum Ideal
|
100
|
|
Skor Tertinggi
|
|
|
Skor Terendah
|
|
Tabel 3.3.
Daftar Distribusi Skor Siswa
|
No
|
Nama Siswa
|
Skor Yang Diperoleh Siswa
|
|
|
|
Pretest
|
Posttest
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tabel
3.4. Gambaran Persentase Kemampuan Siswa
|
No
|
Jenis sTes
|
Jumlah Siswa Yang Mendapat Niali 75 Ke Atas
|
Persentase
|
|
1
|
Pretest
|
|
|
|
2
|
Posttest
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar